Lomba Krenova 2019 PDF Print E-mail
Written by TRI SETYO WIBOWO   
Monday, 28 January 2019 10:26

Krenova 2019


Kategori Lomba

A. Kategori Bidang Penghargaan

  1. Agribisnis dan Pangan;
  2. Energi;
  3. Kehutanan dan Lingkungan Hidup;
  4. Kelautan dan Perikanan;
  5. Kesehatan, Obat-obatan dan Kosmetik;
  6. Pendidikan;
  7. Rekayasa dan Manufaktur;
  8. Kerajinan dan Industri Rumah Tangga;
  9. Sosial.

B. Kategori Peserta Lomba

  1. Tingkat Umum : diikuti oleh perseorangan, kelompok atau masyarakat Kota Tegal (bukan pelajar sekolah).
  2. Tingkat Sekolah : diikuti oleh perseorangan atau kelompok pelajar Tingkat Sekolah : diikuti oleh perseorangan atau kelompok pelajar

Tata Cara Pengajuan

  1. Setiap peserta wajib mengirimkan proposal dan kelengkapannya dalam bentuk hardcopy sebanyak 2 (dua) eksemplar dan softcopy sebanyak 1 (satu) CD kepada Walikota Tegal Ub. Kepala BAPPEDA Kota Tegal Jalan Ki Gede Sebayu No. 3 Tegal
  2. Temuan yang akan diajukan sudah siap untuk diuji coba/diperagakan pada saat penilaian oleh Tim Juri.

Sistematika Proposal

  1. Judul
  2. Latar Belakang
  3. Maksud dan Tujuan
  4. Manfaat
  5. Spesifikasi Teknik
  6. Keunggulan bila dibandingkan dengan penemuan yang terdahulu
  7. Penerapan pada Masyarakat dan Dunia industri
  8. Prospek Pengembangan

Kriteria Penilaian

Aspek-aspek penilaian : Orisinalitas, Kepioniran, Penerapan di masyarakat, manfaat dan keberlangsungan


 
High Level Meeting (HLM) Tim Pegendali Inflasi Daerah (TPID) Pengendalian Inflasi Jelang Hari Raya Idul Fitri 2018 PDF Print E-mail
Written by Lestari   
Thursday, 17 May 2018 10:15


     High Level Meeting (HLM) TPID diselenggarakan pada hari Rabu 16 Mei 2018 bertempat di Ruang Rapat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kota Tegal. Dihadiri oleh Pjs. Walikota Tegal, Kapolresta Tegal, Kapolres Brebes, Kepala Kantor Perwakilan Bank Kota Tegal, Kepala BPS Kota Tegal, Pimpinan Hiswana Migas, dan segenap anggota tim seperti Pertamina, Dinas Koperasi, Dinsos, Disnakerin, Diskominfo.
    Dalam sambutan Pjs. Walikota Tegal menyebutkan bahwa tingkat inflasi merupakan indikator penting yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Perubahan barang dan jasa berdampak langsung terhadap tingkat daya beli dan daya hidup masyarakat. Tingkat inflasi dibutuhkan keseimbangan jangan terlalu tinggi maupun jangan terlalu rendah sehingga nilai uang, tingkat produksi, distribusi dan pengembangan ekonomi menjadikan perekonomian secara keseluruhan menjadi lancar. Hingga Bulan April 2018, Kota Tegal mengalami deflasi tipis 0,01 % (mtm). Dari data yang diperoleh dari Bank Indonesia Tegal karena adanya kenaikan upah tukang bukan mandor. Capaian deflasi ini membuat inflasi kota Tegal mencapai 3,57 %(yoy) penyebabnya adalah penurunan harga volatile foods atau kelompok bahan makanan seperti beras, cabai dan cabai rawit. Bersama-sama Kota Tegal, Cilacap dan Kota Surakarta, Kota Tegal menyumbangkan Deflasi Bagi Inflasi Total Jawa Tengah yang mencapai 0,004% pada Bulan April Tahun ini.


    Dari data yang diperoleh Bank Indonesia Tegal Faktor pemicu inflasi diantaranya kenaikan harga minyak dunia berpotensi memicu penyesuaian harga BBM, kenaikan UMK sebesar 8,71%, kenaikan cukai rokok sebesar 10%, faktor perayaaan hari besar keagamaan yang bersifat musiman, pelaksanaan PILKADA serentak di bulan Juni serta ketidakpastian kondisi cuaca. Untuk meredam inflasi tersebut memerlukan adanya upaya TPID bersama Satgas Pangan yang semakin aktif, ekspektasi masyarakat terhadap inflasi yang relatif terkelola dengan baik dengan penguatan komunikasi oleh pemda, TPID, Walikota, Satgas Pangan, dan Pimpinan Instansi/Lembaga terkait, pasokan yang relatif terjaga yaitu pasokan bahan pangan di Pantura harus lebih terjamin dengan penguatan kerjasama antardaerah, pesatnya pertumbuhan teknologi pertanian, lembaga pertanian yang semakin kuat serta percepatan pengembangan infrastruktur jalan tol.
    Tantangan inflasi 2018-2019 mencapai 3,5 ± 1% untuk mencapai hal tersebut TPID menjelang Lebaran tahun ini mengambil langkah-langkah diantaranya Bank Indonesia menjaga ketersedian stok uang di ATM mempersiapkan cadangan uang yang akan dikeluarkan untuk mencukupi kebutuhan selama ramadhan dan libur hari raya. Pertamina mengambil langkah antisipasi dengan penambahan 48 unit mobil tanki yang semula 438 armada menjadi 486 armada, SPBU dan pangkalan diberikan stok penuh, menyediakan 26 SPBU kantong dan 20 SPBE kantong, menyediakan total 17 kios di jalur tol, menyediakan 125 motor siap mendistribusikan BBM, dan himbauan untuk toilet bersih di SPBU dan 6 serambi di jalur strategis. Untuk persediaan LPG jumlah pertambahan elpiji 5,5kg saat ini hampir setara dengan jumlah gas melon semakin tepat sasaran. 
     Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal telah ada rencana untuk diadakannya operasi pasar agar stabilitas harga terjaga hingga pasca lebaran dengan sidak pasar secara langsung untuk dapat memantau harga dan ketersediaan komoditas secara langsung. Dinas Sosial Kota Tegal berupaya menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 10.899 KK berupa Beras 9kg dan Telur ½kg. Disnakerin Kota Tegal menggerakan pelaku IKM agar meningkatkan produksi selama ramadhan dengan melihat ketersediaan stok bahan baku. Sedangkan Diskominfo Kota Tegal menyiapkan spot himbauan Walikota "belanja bijak" di radio sebayu dan website pemerintah Kota Tegal.
      Pjs Walikota Tegal juga menghimbau belanja bijak melalui baliho-baliho maupun spanduk diseluruh pasar di Kota Tegal, serta pada bulan Ramadhan ini juga telah dijadwalkan pelaksanaan pasar murah di 4 kecamatan, yang merupakan kegiatan rutin Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal. Langkah-langkah tersebut merupakan langkah yang strategis serta merupakan harmonisasi kebijakan di daerah sehingga diharapkan dapat lebih efektif, bukan hanya menekan laju inflasi daerah tetapi juga akan berlanjut pada pencapaian sasaran inflasi nasional yang rendah dan stabil.


Last Updated on Sunday, 20 May 2018 22:42
 
Workshop Pendidikan Untuk Semua (PUS) Tahun 2018 PDF Print E-mail
Written by Lestari   
Wednesday, 09 May 2018 11:31


    Bidang Pembangunan Masyarakat dan Sosial Budaya Bappeda Kota Tegal mengadakan Workshop Pendidikan Untuk Semua (PUS) Tahun 2018 pada hari Selasa 8 Mei 2018 pukul 09.00 WIB bertempat di Hotel Riez Palace Kota Tegal. Penyampaian paparan oleh Kabid Pembangunan Masyarakat dan Sosial Budaya Ibu Rita Marlianawati, S.Sos, M.Si dan sebagai narasumber psikolog RSUD Kardinah Kota Tegal Ibu AD. Andriyanti, S. Psi. Sebagai peserta workshop perwakilan guru BK dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK negeri maupun swasta.
    Pendidikan Untuk Semua Berlanjut Pendidikan Sepanjang Hayat (life long education) adalah sebuah sistem pendidikan yang dilakukan oleh manusia ketika lahir sampai meninggal dunia. Adapun wadah pendidikan sepanjang hayat yaitu pendidikan persekolahan (formal), pendidikan luar biasa (informal), sumber informasi baik berupa terbitan buku, majalah atau media massa baik cetak atau elektronik ataupun sajian dalam internet. Pendidikan Sepanjang Hayat merupakan bagian dari Goal SDGs yaitu Goal ke 4 yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Inklusi dan kesetaraan dalam akses, partisipasi dan hasil belajar serta kualitas yang berfokus pada perolehan keterampilan dasar yang efektif, serta pada relevansi pembelajaran untuk pekerjaan yang layak, kehidupan sosial dan kemasyarakatan. 



    Hasil belajar yang berkualitas diperlukan bimbingan anak didik yang profesional wujudkan perlindungan anak meraih masa depan. Dalam penjelasan paparan oleh ibu AD Andriyanti, S.Psi siswa yang ideal yaitu siswa berkarakter positif pada kenyataannya terdapat masa transisi dari remaja ke dewasa adalah masa yang penuh tantangan, seringkali anak sulit untuk diarahkan, selain itu dipengaruhi oleh issu masyarakat, perilaku negatif, teman sepergaulan, media IT serta peran bimbingan dan pola didik orang tua dan guru untuk membawa para remaja kepada masa depan yang gemilang. Guru pembimbing sangat berperan aktif dalam strategi pembelajaran dengan menerapkan metode belajar yang melibatkan partisipasi aktif siswa, menerapkan pendidikan tanpa kekerasan di sekolah dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, guru juga harus mempunyai kepekaan yang tinggi pada perilaku siswa yang terlihat kurang wajar serta mengetahui karakter dan potensi siswa.






Last Updated on Sunday, 20 May 2018 23:04
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 10